Abyantama El Anwary
10114089
2KA15
Teori Organisasi Umum 2
PERUBAHAN dan PENGEMBANGAN ORGANISASI
Jika kita mendefinisikan Perubahan pasti
akan terjadi pada setiap organisasi, karena perubahan zaman mengakibatkan suatu
organisasi juga harus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan lebih
ekstensi. Dalam istilah perubahan organisasi, dikenal juga suatu
istilah yaitu change interventation adalah sebuah rancangan aksi atau tindakan
untuk membuat inovasi dan merubah sesuatu menjadi berbeda. Dan change again
yaitu individu atau kelompok yang bertindak sebagai katalis atau suatu
seseorang yang bertanggung jawab untuk melakukan manajemen dan menentukan
prosedur kerja dalam organisasi, agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Tahap-tahap
Proses Perubahan :
1.Tekanan dan desakan
Proses ini dimulai ketika manajemen puncak mulai merasa adanya kebutuhan atau
tekanan akan perubahan. Misalnya adanya perubahan penjualan, penurunan
produktivitas dan sebagainya.
2.Intervensi dan Reorientasi
Digunakan untuk merumuskan masalah dan dimulai proses dengan membuat para
anggota organisasi memusatkan perhatiannya pada masalah tersebut. Pihak-pihak
luar sering digunakan, juga staff internal yang mempunyai dan dipandang ahli
serta dapat dipercaya sebagai konsultan atau pengantar perubahan.
3.Diagnosa dan pengenalan masalah
Informasi dikumpulkan dan dianalisa mana yang penting dan tidak penting.
4.Penemuan dan pengenalan masalah
Pengantar perubahan mencoba menyelesaikan masalah-masalah yang diketemukan dan
masuk akal dengan menghindari “metode-metode lama yang sama”. Bawahan didorong
dan diajak untuk berpartisipasi, sehingga mereka lebih terikat pada serangkaian
kegiatan.
5.Percobaan dan hasil
Pada tahap keempat diuji dalam program-program yang berskala kecil dan hasilnya
dianalisa.
6.Pungutan dan penerimaan
Setelah diuji dan sesuai dengan keinginan, harus diterima secara sukarela dan
harus menjadi sumber penguatan dan menimbulkan keterikatan pada perubahan.
Kekuatan-kekuatan
eksternal
Perubahan organisasi terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam berbagai
variable eksternal seperti system politik, ekonomi, teknologi, pasar, dan
nilai-nilai. Kenaikan biaya dan kelangkaan berbagai SDA, keamanan karyawan dan
peraturan-peraturan anti polusi, boikot pelanggan adalah beberapa contoh
factor-faktor lingkungan yang merubah kehidupan orang baik sebagai karyawan
maupun langgganan dalam tahun-tahun terakhir. Berbagai kekuatan eksternal dari
kemajuan teknologi sampai kegiatan-kegiatan persaingan dan perubahan pola
kehidupan, dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan metode
operasinya.
Kekuatan-kekuatan perubahan eksternal, meliputi:
1.Kebudayaan
2.Pendidikan
3.Sosial
4.Politik
5.Ekonomi
6.Teknologi
Kekuatan-kekuatan internal
Kekuatan-kekuatan pengubah internal merupakan hasil dari factor-faktor seperti
tujuan, strategi, kebijaksanaan manajerial dan teknologi baru serta sikap dan
perilaku para karyawan. Sikap dan ketidak puasan karyawan seperti ditunjukkan
dalam tingkat perputaran atau pemogokan, dapat menyebabkan berbagai perubahan
dalam kebijaksanaan dan praktek manajemen.
Kekuatan-kekuatan perubahan internal, meliputi :
1.Kegiatan-kegiatan karyawan
2.Tujuan organisasi
3.Strategi dan kebijaksanaa
4.Teknologi
Cara-cara Penanganan Perubahan
Ada dua pendekatan penanganan perubahan organisasi:
1.Proses perubahan reaktif. Manajemen bereaksi atas tanda-tanda bahwa perubahan
dibutuhkan, pelaksanaan modifikasi sedikit demi sedikit untuk menangani masalah
tertentu yang timbul. Sebagai contoh, bila peraturan baru dari pemerintah
mensyaratkan perusahaan untuk mempunyai perlindungan terhadap kebakaran, maka
manajer mungkin akan membeli alat pemadam kebakaran.
2.Program perubahan yang
direncanakan (planned change), disebut sebagai proses proaktif. Manajemen
melakukan berbagai investasi waktu dan sumberdaya lainnya yang berarti untuk
menguibah cara-cara operasi organisasi. Perubahan yang direncanakan ini
didefinisikan sebagai perancangan dan implementasi inovasi struktural,
kebijaksanaan atau tujuan baru, atau suatu perubahan dalam filsafat, iklim dan
gaya pengoperasian secara sengaja. Pendekatan ini tepat bila keseluruhan
organissi, atau sebagian besar satuan organisasi, harus menyiapkan diri untuk
atau menyesuaikan dengan perubahan.
Penolakan Terhadap perubahan
Penanganan penolakan terhadap perubahan:
1.Pendidikan dan Komunikasi.
Biasa digunakan bila ada kekurangan informasi atau ketidakpastian informasi dan
analisis.
2.Partisipasi dan
Keterlibatan.
Biasa digunakan bila pengambilan inisiatif tidak mempunyai semua informasiyang
dibutuhkan umtuk merancang perubahan dan oranglain mempunyai kekuasaan untuk
menolak.
3.Kemudahan dan Dukungan.
Biasa dilakukan bila orang – orang pendakkan karna masalah – masalh adaptasi
atau penyesuaian.
4.Negosiasi dan Persetujuan.
Biasa digunakan bila banyak dari orang atau kelompok dengan kekuatan cukup
besar untuk menolak akan kalah dalm suatu perubahan.
5.Manipulasi dan Bekerjasama.
Biasa digunakan bila taktik – taktik lain dirasa kurang bekerja maksimal dan di
sisi lain biaya atau cost yang dikeluarkan besar .
6.Paksaan eksplisit dan
implisit.
Biasa digunakan bila kecepatan adalah hal yang paling penting dan para pengusul
mempunyai kekuasaan yang besar.
Proses Pengelolaan perubahan
Proses pengelolaan perubahan harus mencakup dua gagasan dasar untuk mencapai
efektifitas organisasi. Pertama ada retribusi kekuasaan dalam struktur
organisasi, kedua retribusi ini dihasilkan dari proses perubahan yang bersifat
pengembangan.
Metode-metode penanganan penolakan terhadap perubahan
1.Pendekatan Pendidikan dan Komunikasi.
Pendekatan ini bisa digunakan bila ada kekurangan informasi atau ketidak
tepatan informasi dan analisa.
2.Pendekatan Partisipasi dan Keterlibatan.
Pendekatan ini bisa digunakan bila pengembangan inisiatif tidak mempunyai semua
informasi yang dibutuhkan untuk merancang perubahan dan orang-orang lainnya,
mempunyai kekuasaan untuk menolak.
3.Pendekatan Kemudahan dan Dukungan.
Pendekatan ini bisa digunakan bila orang-orang melakukan penolakan karena
masalah-masalah penyelesaian.
4.Pendekatan Negosiasi dan Persetujuan.
Pendekatan ini bisa digunakan bila banyak orang atau kelompok dengan kekuatan
cukup besar untuk menolak akan kalah dalam suatu perubahan.
5.Pendekatan Manipulasi dan Bekerjasama.
Pendekatan ini bisa digunakan bila taktik-taktik lain tidak akan bekerja, atau
mahal.
6.Pendekatan Paksaan Eksplisit dan Implisit.
Pendekatan ini bisa digunakan bila kecepatan adalah esensial dan para pengusul
perubahan mempunyai kekuasaan cukup besar.
Konsep pengembangan Organisasi
1. Pengertian Pengembangan Organisasi (OD)
a.Strategi untuk merubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur
organisasi sehingga organisasi itu adaptif dengan lingkungannya.
b.Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan
struktur) suatu organisasi.
2.Pengembangan Organisasi (OD) Perlu Dilakukan
Dalam kenyataannya organisasi seringkali terjadi stagnan yang disebabkan
keengganan manusia untuk mengikuti perubahan, dimana perubahan dianggap bisa
menyebabkan dis equilibrium. Hal ini mengakibatkan patologi dalam organisasi
sehingga perlu dilakukan evaluasi, adaptasi, kaderisasi dan inovasi.
Sebab-sebab penolakan/ penentangan terhadap perubahan adalah :
a.Security
Merasa tidak aman dengan kondisi baru yang belum diketahui sehingga perlu
penyesuaian.
b.Economic (berkaitan dengan untung rugi)
Organisasi cenderung menolak perubahan karena tidak mau menanggung kerugian
dengan adanya perubahan.
c.Psikologis dan budaya/kebiasaan
· Persepsi
Persepsi yang salah bisa menjadi sumber terjadinya
sikap menentang terhadap perubahan.
·Emosi
Emosi akan menimbulkan prasangka sehingga cenderung
menolak perubahan.
·Kultur
Berguna sebagai dasar dalam menilai hal-hal baru
yang diterimanya.
Langkah-Langkah
Perubahan Organisasi
Perubahan
organisasi merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan,
maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun
sistem manajemen suatu organisasi. suatu organisasi tidak harus melaksanakan
suatu perubahan. Hal ini merupakan suatu strategi untuk memenuhi beberapa
keseluruhan tujuan dari suatu organisasi.
Langkah tersebut terdiri dari :
a. Mengadakan Pengkajian
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan
diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi.
Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara
lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya.
Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang
bersifat negatif maupun positif.
b. Mengadakan Identifikasi
Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam
organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi
harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat
dipecahkan dengan tepat.
c. Menetapkan Perubahan
Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin
terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka
meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi
serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
d. Menentukan Strategi
Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan
maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
e. Melakukan Evaluasi
Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif,
perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan
berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti
negatif.
- Refrensi:
http://www.researchgate.net/publication/273256715_Peran_kreativitas_dalam_Perubahan_dan_Pengembangan_Organisasi
http://www.kompasiana.com/azizatussalamah/perubahan-dan-pengembangan-organisasi
http://slideplayer.info/slide/
http://dokumen.tips/documents/perubahan-pengembangan-organisasi.html
http://viavitae.co.id/pengembangan-organisasi-organizational-development/